LAMPUNG SELATAN

Bupati Egi Resmikan Yayasan Pondok Pesantren Al Fatih dan SMP IT Al Fatih

47
×

Bupati Egi Resmikan Yayasan Pondok Pesantren Al Fatih dan SMP IT Al Fatih

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Lampung Selatan, Kingsmedia.id — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, blak-blakan mengungkap tantangan besar sektor pendidikan di wilayahnya. Berdasarkan data, rata-rata tingkat partisipasi pendidikan di Lampung Selatan baru menyentuh angka 7 tahun, yang berarti mayoritas masyarakatnya baru lulusan SMP.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi “jurang pemisah” yang krusial dengan realitas dunia kerja saat ini yang mayoritas mematok syarat minimal lulusan SMA.

“Banyak tempat usaha yang membuka lapangan pekerjaan persyaratannya rata-rata tamatan SMA. Nah, ini yang menjadi jurang pemisah, kenapa hari ini mencari pekerjaan di Lampung Selatan relatif tidak mudah,” tegas Radityo Egi saat peresmian Yayasan Pondok Pesantren Al Fatih dan SMP IT Al Fatih di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Minggu (16/8/2026).

Di tengah tantangan tersebut, kehadiran Pondok Pesantren Al Fatih dari jenjang SMP hingga SMA dinilai sebagai solusi strategis untuk menjembatani ketertinggalan pendidikan.

Meski demikian, Bupati memberikan pesan menohok kepada para orang tua santri agar tidak bersikap abai terhadap pendidikan anak hanya karena fasilitas gratis. Berdasarkan pengalaman pribadinya mengelola sekolah, ia mengingatkan agar orang tua tidak mudah cuek.

Hindari Sikap Abai : Fasilitas gratis terkadang membuat orang tua kurang peduli dibandingkan jika mereka ikut berinvestasi dan mengawal proses belajar anak.

Sinergi Rumah dan Pesantren : Pendidikan karakter anak bisa buyar saat liburan jika apa yang diajarkan di pesantren tidak diterapkan di rumah.

Peran Orang Tua : “Rumah adalah sekolah pertama dan pesantren adalah sekolah kedua… Ibu adalah guru pertama untuk anak-anaknya,” pesannya kepada pimpinan yayasan, Pak Alex, agar turut melibatkan edukasi bagi para orang tua.

Menyongsong target Indonesia Emas 2045, pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga orang tua—adalah kunci utama.

Bagi lulusan SMP yang belum terserap di dunia kerja formal, Bupati berpesan agar tidak berkecil hati. Pasalnya, memutus rantai kemiskinan tidak hanya melalui jalur pekerja, melainkan juga bisa lewat dunia usaha dengan modal kemauan dan kerja keras.

Pendidikan Adalah Prioritas: Jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Harapan Besar : Ponpes Al Fatih diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka yang melahirkan generasi-generasi unggul demi menyongsong masa depan Indonesia.

(Diana)