Agam

Proyek Sabo Dam Mulai disorot Pembangunan bangunan pengendali lahar/ sedimen kawasan gunung merapi di Surati Forum Peduli Canduang Koto Laweh (FPCKL)

249
×

Proyek Sabo Dam Mulai disorot Pembangunan bangunan pengendali lahar/ sedimen kawasan gunung merapi di Surati Forum Peduli Canduang Koto Laweh (FPCKL)

Sebarkan artikel ini

 

Agam ! KingsMedia—-
Proyek Sabo Dam Pembangunan bangunan pengendali lahar / sedimen kawasan gunung merapi di provinsi Sumatera Barat
Lokasi tiga daerah kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan kota Padang Panjang. Disurati Forum Peduli Canduang Koto Laweh ( FPCKL )
Proyek Sabo Dam, sumber dana APBN senilai Rp. 249.873.359.500.00 tahun 2025 – 2027
Forum Peduli Canduang Koto Lawas – FPCKL telah melayangkan surat resmi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V – PU.WAS-5 dengan nomor surat 007 / FPCKL – K / VIII / 2026 guna menyerap sejumlah kejanggalan di lapangan.

Isi Tuntutan Masyarakat ke PU Balai WAS-5 Dalam suratnya, FPCKL menyampaikan 2 poin utama terkait pekerjaan Jalan Inspeksi Belum Dikerjakan
Dalam item pekerjaan terdapat pekerjaan jalan cor / jalan inspeksi. Namun sampai tanggal 4 Agustus 2026 belum ada kontraktor yang melakukan pekerjaan tersebut.

“jalan itu tidak bisa melewati mobil molen ready mix yang isinya minimal 3m3”
Padahal untuk jalan infeksi merupakan akses jalan sangat vital untuk pemeliharaan Sabo Dam yang juga untuk pekerjaan pengecoran menggunakan Redem Mix sesuai Spek.

Sedangkan pekerjaan pengecoran diduga kuat tidak sesuai Spek dalam spesifikasi pekerjaan. Pekerjaan pembangunan dilapangan dilakukan secara sec mix atau manual.

Dengan adanya perbedaan yang cukup jauh ini tentu saja akan dapat berpotensi menurunkan mutu beton struktur Sabo Dam yang berfungsi untuk menahan lahar dingin gunung merapi.

Untuk itu, FPCKL meminta kepada pihak terkait, agar kiranya dapat secara langsung melihat kelokasi pekerjaan pembangunan Sabo Dam.

Sementara Menanggapi surat FPCKL itu Ketua Umum LSM Garuda Nasional DPW Propinsi Sumatera Barat, Bj. Rahmat Sabtu 8/8/2026 di Sekretariat LSM Garuda Nasional, Padang Baru, Lubuk Basung,Kabupaten Agam, mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari masyarakat ditempat lokasi pekerjaan Sabo Dam tersebut, sudah wajar untuk menanggapi keluhan dari masyarakat, karena pekerjaan yang kini dibangun nantinya akan dimanfaatkan untuk masyarakat juga. seharusnya pekerjaan beton Sabo Dam tersebut, dilaksanakan dengan beton ( Redem Mix).tapi kenapa dialihkan ke beton Sistemik.

Sebagai lembaga sosial kontrol kita minta kepada Dinas terkait, PU WAS 5 dan kontraktor agar segera cepat dapat menjelaskan persoalan ini secara terbuka dan transparan.

LSM Garuda Indonesia DPW Sumbar siap untuk investigasi langsung bersama team ke lokasi proyek Sabo Dam itu ujar Bj. Rahmat serius. ( Ys )