Agam

Proyek Penanganan Sanitasi Pasca bencana yang dikerjakan PT. Nindya Karya Menuai Sorotan

309
×

Proyek Penanganan Sanitasi Pasca bencana yang dikerjakan PT. Nindya Karya Menuai Sorotan

Sebarkan artikel ini

 

Agam, ! KingsMedia.id—-
Proyek Penanganan Sanitasi Pasca bencana di TPU Sungai Jariang Lubuk Basung Kabupaten Agam yang dikerjakan PT.Nindya Karya terkesan merugikan masyarakat pemilik lahan.
Konsultan perencana proyek diduga tidak profesional Menyusul komplainnya masyarakat setempat karena merasa dirugikan dengan kebanjirannya lahan pertanian mereka akibat pekerjaan proyek diduga PT.Nindya Karya sebagai pelaksana.

Polongan untuk pengaliran air terlalu kecil sehingga tidak berfungsi dan dam parit pengerjaannya juga terkesan asal asalan ujar Yon masyarakat setempat ketika dikonfirmasi KingsMedia di lokasi TPU. Sungai Jariang Lubuk Basung, Senin (12/10/2026)

Kami berharap pihak pelaksana PT Nindya karya dapat memperbaiki pekerjaannya yang telah merugikan masyarakat ini ujar Yon dengan nada lantang.

Sementara pemilik lahan yang merasa telah dirugikan dengan pekerjaan proyek Penanganan Sanitasi Pasca bencana dengan pelaksana  PT.Nindya Karya itu Rini Dewi Saputri, pada KingsMedia menyebutkan Ia dan suaminya akan melaporkan kerugiannya kepada PUPR Provinsi. ” Dalam Waktu dekat kami akan membuat laporan kerugian ini ” karena lahan milik kami tidak bisa dimanfaatkan lagi. Genangan air akibat proyek asal asalan ini membuat tanaman kami mati. Pihak perusahan mesti bertanggung jawab sebut Rini kesal.

Ketua LSM.KPK.RI kabupaten Agam Desriyos, S.IP yang juga mendapat laporan dari warga pemilik lahan di lokasi Proyek Sanitasi Sungai jariang Lubuk Basung itu.
Ia menyebutkan, jika kerugian lahan milik masyarakat diakibatkan pekerjaan proyek yang dilakukan pihak perusahaan Nindya Karya ini benar, maka pihak perusahaan mesti bertanggung jawab atas Kerugian itu.
Semoga pihak perusahaan cepat menanggapi hal yang terjadi saat ini, ” ini adalah suatu Kerugian bagi warga pemilik lahan karena tidak bisa difungsikan lagi ujar nya.

Sementara konfirmasi KingsMedia dengan pihak perusahaan Jukri Retno SH.MH koordinator humas PT. Nindya Karya melalui telepon selular Senin (12/10/2026) menyebutkan permasahan informasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pihak management perusahaan. Kami akan teruskan informasi ini, karena perlu di cross check dulu bentuk kerugian masyarakat. Apa betul riil akibat pekerjaan proyek sanitasi atau tidak. Kami belum bisa memberikan statement mengenai permasahan ini sebutnya.

Sewaktu di dalam tanggap darurat itu include semua, mana tau ditengah perjalanan ada perubahan perubahan, saya belum mendapat kewenangan dalam permasahan ini sebut Jukri meyakinkan.

Pantauan KingsMedia di Kabupaten Agam, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam mendapatkan alokasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern di Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung.
Pihak perusahan PT Nindya Karya (Persero) banyak terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur, pemulihan pascabencana, normalisasi/penguatan tebing sungai, serta pekerjaan konstruksi/pematangan lahan dari Kementerian PUPR ( Ys )