Agam

Sungai Tungguo Buto Salareh Aia Utara Palembayan Tercemar Limbah PT Palalu Raya

205
×

Sungai Tungguo Buto Salareh Aia Utara Palembayan Tercemar Limbah PT Palalu Raya

Sebarkan artikel ini

 

Agam, KingsMedia–
Warga Jorong Padang Koto, Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Pelembayan, Kabupaten Agam resah, menyusul dugaan kuat Limbah PT. Palalu Raya bocor hingga  mencemari air Sungai Tungguo Buto.

Pencemaran limbah PT. Palalu Raya itu mengakibatkan Air Sungai keruh. Sungai yang selama ini dipakai untuk minum, mandi, mencuci, dan masak sudah tidak bisa digunakan sama sekali.
Dalam keterbatasan ekonomi warga terpaksa beli air depot dan buat sumur bor. Sumur biasa tidak bisa karena air tanah ikut berbau limbah. Bahkan Pertanian warga juga tercemar kata  Walinagari Salareh Aia Utara, Zulkifli pada KingsMedia kamis ( 23/7 ) di Salareh aie Kecamatan Palembayan.
Sejak PT Palalu Raya beroperasi jalan banyak yang rusak bahkan jembatan sudah 7 kali roboh.
Begitupun sarana pertanian warga,  terdeteksi sedikitnya 50 hektar sawah tidak bisa ditanami dan 100 hektar kebun sawit warga rusak. Kata Zulkifli.

Bahkan Tuntutan warga sejak tahun 2014 sudah pernah bernegosiasi dengan PT PPR dan menghasilkan 6 poin perjanjian. Yakni diantaranya, Perusahaan menyediakan sarana air bersih.
IPAL di pinggir jalan menuju Tompek dipagar, Sarana pendidikan untuk anak balita, Disediakan SMP, Jalan menuju Tompek diperbaiki dan Pengairan sawah dikembalikan seperti semula.
Hingga kini poin-poin tersebut belum terealisasi sepenuhnya kata Walinagari Salareh Aie Palembayan itu.

Sementara Kasi Kesejahteraan Nagari Salareh Aia Utara Jefridel mengatakan
Semenjak pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT.PPR berdiri warga sudah tidak bisa lagi menggunakan air sungai Tungguo Buto itu sama sekali karena pencemaran limbahnya cukup berdampak, limbah Berwarna coklat tua kehitaman, berbusa dan berbau menyengat ujar Jef.

Upaya KingsMedia untuk konfirmasi dengan pihak Perusahaan belum berhasil karena tidak ada petinggi PT PPR itu ditempat.
salah seorang satpam PT PPR mengatakan perusahaan tidak memiliki Humas, sehingga awak media belum bisa mendapat keterangan resmi terkait dugaan kebocoran limbah tersebut ungkapnya.

 

 

 

Menyangkut permasalahan tersebut Anggata DPRD Agam Rahmat Rivai Koto mengecam keras pihak perusahaan atas kebocoran limbah PT PPR itu,  Ia Sangat menyayangkan sikap  ketidak pedulian dari Perusahaan PT PPR atas keluhan masyarakat yang terdampak limbah.
Ia minta Dinas terkait DLH Kabupaten Agam dan Dinas DLH Provinsi untuk menindak lanjuti permasalahan ini karena sudah berulang kali terjadi. semestinya pihak Perusaan PT PPR dan Dinas DLH  segera menanggapi keluhan masyarakat karena dampak limbah ini sangat merugikan ungkapnya pada wartawan via telepon selular kamis (23/7) kemarin.

Sementara Ketua LSM. Garuda Nasional Indonesia DPW Sumbar, Rahmatsyah ketika dimintai KingsMedia tanggapannya dengan kebocoran limbah PT.PPR di Salareh Aie Kecamatan Palembayan itu. Mengatakan, kebocoran limbah PT PPR sangat merugikan masyarakat sekitar. Hal itu mesti direspon cepat pengambil kebijakan dan dinas terkait di Agam ini.
Dinas terkait mesti cepat mengambil sample limbah PT.PPR untuk diperiksa di laboratorium. Dikhawatirkan dampak limbah PT.PPR yang mencemari sungai itu akan berdampak penyakit menular, seperti penyakit kulit dan sakit perut bila ada warga yang masih  menkonsumsi air sungai.
Pihaknya selaku lembaga sosial kontrol masyarakat akan melakukan investigasi langsung ke lokasi pencemaran limbah PT.PPR katanya. (Ys)